ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS MELALUI EDUKASI MP-ASI DAN TEKNIK MENYUSUI PADA BAYI DENGAN FALTERING GROWTH
Kata Kunci:
Edukasi gizi, faltering growth, kebidanan komunitas, MP-ASI, teknik menyusuiAbstrak
Faltering growth merupakan perlambatan laju pertumbuhan akibat ketidakseimbangan asupan energi dengan kebutuhan biologis anak dan berisiko berlanjut menjadi stunting bila tidak ditangani sejak dini. Kegiatan ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan komunitas berupa konseling dan edukasi kepada keluarga Tn. I, khususnya bayi I usia 7 bulan yang berat badannya stagnan pada 7 kg selama tiga bulan. Pengkajian menemukan MP-ASI yang monoton (bubur sumsum, kemudian bubur instan) dengan porsi kecil tanpa sayur, protein, dan makanan selingan, perlekatan menyusui yang kurang tepat, serta asupan gizi ibu menyusui yang belum sesuai pedoman Isi Piringku. Asuhan dilaksanakan melalui dua kunjungan rumah pada 5 dan 12 Januari 2026 dengan pendekatan manajemen kebidanan tujuh langkah Varney dan dokumentasi SOAP. Intervensi berupa komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) menggunakan leaflet tentang pola dan menu MP-ASI lokal, teknik menyusui, serta gizi ibu menyusui. Hasilnya, ibu mempraktikkan anjuran yang diberikan, bayi lebih bersemangat makan, dan berat badan naik dari 7 kg menjadi 7,2 kg dalam satu minggu. Edukasi gizi berbasis keluarga membantu memperbaiki laju pertumbuhan bayi sehingga pemantauan berkala perlu dilanjutkan.
Referensi
Aristiyani, I., & Mustajab, A. A. (2023). Dampak status ekonomi keluarga pada status gizi balita. 7(2), 138–146.
Aylicia, & Wijaya, E. (2022). Pengetahuan, sikap, dan perilaku bidan terkait deteksi dini dan tata laksana gagal tumbuh pada bayi air susu ibu eksklusif. Sari Pediatri, 24(2), 75–82.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Buku saku hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dinas Kesehatan NTB. (2022). Pelayanan kesehatan pada ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas di Provinsi NTB.
Handayani, B. N., & Setyawati, I. (2022). Analisis faktor determinan stunting di Nusa Tenggara Barat (NTB). Jurnal Midwifery Update, 4(2), 83–92.
Handayani, R. T., Darmayanti, A. T., Setyorini, C., Widiyanto, A., & Atmojo, J. T. (2019). Intervensi gizi dalam penanganan dan pencegahan stunting di Asia: Tinjauan sistematis. 26–30.
Nadhira, R. (2023). Gambaran pemantauan pertumbuhan dan kejadian growth faltering melalui Buku KIA pada anak usia 6–24 bulan sebagai upaya deteksi dini kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Seberang Padang.
Prentice, A. M. (2020). Growth faltering: Underweight and stunting. Nestle Nutrition Institute Workshop Series, 95, 33–40. https://doi.org/10.1159/000511514
Pulungan, A. B. (2020). Auxology, kurva pertumbuhan, antropometri dan pemantauan pertumbuhan. Sari Pediatri, 22(2), 123–130.
Rahman, H., Rahmah, M., & Saribulan, N. (2024). Upaya penanganan stunting di Indonesia: Analisis bibliometrik dan analisis konten. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa, 8(1), 44–59.




