MEMBANGUN KESADARAN SPIRITUAL MELALUI PENGAMALAN PUJA TRI SANDYA

Penulis

  • I Ketut Pasek Gunawan Institut Mpu Kuturan Singaraja Penulis
  • I.G Agung Jaya suryawan Institut Mpu Kuturan Singaraja Penulis
  • Ketut Bali Sastrawan Institut Mpu Kuturan Singaraja Penulis
  • Putu Sanjaya Institut Mpu Kuturan Singaraja Penulis

Kata Kunci:

Kesadaran Spiritual , Puja Tri Sandhya

Abstrak

Artikel ini membahas urgensi pengamalan Puja Tri Sandhya yang bermakna sebagai solusi untuk membangun kesadaran spiritual di tengah fenomena meningkatnya krisis mental dan bunuh diri di Bali. Melemahnya kesadaran spiritual, yang dipicu oleh modernisasi dan gaya hidup materialistis, diidentifikasi sebagai akar permasalahan. Penulis berargumen bahwa Tri Sandhya, yang sering kali dipraktikkan sebagai ritual rutin, sesungguhnya merupakan sebuah "teknologi spiritual" yang lengkap untuk membentengi diri. Kajian mendalam mengungkap bahwa Tri Sandhya bukan sekadar sembahyang tiga waktu. Ia adalah simbol pemersatu kebhinekaan (Bhinneka Tunggal Ika) khas Indonesia, yang mengintegrasikan sumber kitab Sruti dan Smerti. Enam bait mantranya dirancang sebagai sebuah tangga spiritual terstruktur, memandu praktisi dari pemujaan Tuhan Yang Mutlak (Nirguna Brahman) menuju introspeksi diri dan penyucian pikiran, perkataan, serta perbuatan (Tri Kaya Parisudha). Pemilihan waktunya pun sarat makna filosofis untuk menyelaraskan tubuh fisik, pikiran, dan rohani (Tri Sarira). Kesimpulannya, dengan konsistensi dan penghayatan mendalam pada setiap tahapannya dimulai dari persiapan, pelafalan mantra, hingga meditasi dari Puja Tri Sandhya dapat bertransformasi menjadi jalan personal yang powerful. Praktik ini tidak hanya mencegah keputusasaan dengan membangun ketahanan mental, tetapi juga membentuk insan yang sadar, toleran, dan berbudi luhur, sehingga mampu meraih kedamaian sejati (Santi) di tengah gempuran zaman.

Referensi

Griffith, R.T.H. 2005. Rgveda Samhita. Surabaya: Parmita

Griffith, R.T.H. 2005. Yajurveda Samhita. Surabaya: Parmita

https://youtu.be/Btdoo2fCWLs?si=tVEILQRX6HTUiuYB Pengembangan pengetahuan

Natih, I. K. N. & N. M. A. N. 1983. Agana Hindu: Sejarah, Sumber, dan Ruang Lingkup. Jakarta: Universitas Indonesia

Narwadha, I Ketut. 2006. Paindikan Maturan Penyabranan. Surabaya: Paramita

Sura, I Gede. 1993. Agam Hindu Sebuah Pengantar. Denpasar: CV Kayu Mas Agung

Titib, I Made.(1997). Veda Sabda Suci Pedoman Praktis Kehidupan. Surabaya: Paramita.

Wijaya, Ida Pandita Mpu Jaya, 2004. Doa Sehari-Hari Keluarga dan masayrakat Hindu. Surabaya: Paramita

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-31

Terbitan

Bagian

Articles