OPTIMALISASI KESIAPAN WANITA USIA SUBUR DALAM MERENCANAKAN KEHAMILAN MELALUI EDUKASI KESEHATAN DI DUSUN OLAT RARANG

Authors

  • Fitri Author

Keywords:

Wanita Usia Subur, Persiapan Kehamilan, Kehamilan Sehat

Abstract

Kehamilan yang sehat membutuhkan persiapan fisik, mental dan pengetahuan, oleh karena itu perencanaan kehamilan harus dilakukan sebelum masa kehamilan oleh wanita usia subur (WUS). Proses kehamilan yang direncanakan dengan baik akan berdampak positif pada kondisi janin dan adaptasi fisik serta psikologis ibu pada kehamilan menjadi lebih baik. Ketidaksiapan kondisi fisik, mental dan kurangnya pemahaman wanita usia subur saat kehamilan ini akan berdampak pada saat menjadi ibu dan menjalani proses pengasuhan dari masa emas bayi dan balita. Tujuan dari pengabdian ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran Wanita Usia Subur tentang pentingnya persiapan kehamilan, memastikan wanita dalam kondisi fisik dan gizi yang optimal saat hamil untuk mencegah komplikasi dan melahirkan generasi yang sehat, membantu Usia Subur merencanakan kehamilan secara terencana, sehat, dan berkualitas untuk menciptakan keluarga yang sejahtera. Kegiatan dilaksnakan melalui pemberian pendidikan kesehatan dengan memberikan edukasi. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025. Sasaran dalam pengabdian ini adalah Wanita usia subur di dusun Olat Rarang Desa Labuhan Sumbawa. Hasil dari pengabdian ini yaitu meningkatkan pemahaman Wanita Usia Subur (WUS) mengenai pentingnya masa prakonsepsi dan menyadari bahwa persiapan kehamilan harus dilakukan jauh sebelum proses pembuahan untuk memastikan kesiapan fisik dan mental. WUS memiliki Kesadaran akan pentingnya jarak kehamilan dan kesiapan finansial/psikologis meningkat, yang merupakan fondasi utama dalam menciptakan keluarga yang sejahtera dan berkualitas.

References

Bronstein, A. C., Spyker, D. A., Cantilena Jr, L. R., Rumack, B. H., & Dart, R. C. (2012). 2011 annual report of the American Association of Poison Control Centers’ National Poison data system (NPDS): 29th annual report.

Sihombing, N. M., Saptarini, I., & Putri, D. S. K. (2017). Determinan persalinan sectio caesarea di Indonesia (analisis lanjut data Riskesdas 2013). Indonesian Journal of Reproductive Health, 8(1), 63-73.

Callaghan, W. M., Creanga, A. A., & Kuklina, E. V. (2012). Severe maternal morbidity among delivery and postpartum hospitalizations in the United States. Obstetrics & Gynecology, 5(12), 1029-1036.

Williams & Wilkins. (2012). Kapita Selekta Penyakit. Jakarta: EGC

Bonte, P., Pennings, G. & Sterckx, S., 2014. Is there a moral obligation to conceive children under the best possible conditions? A preliminary framework for identifying the preconception responsibilities of potential parents. BMC medical ethics, 15, p.5.

Chandranipapongse, W., & Koren, G. (2013). Preconception counseling for preventable risks. Canadian Family Physician, 59(7), 737-739.

Siwi, S. S. (2010) Hubungan tingkat pengetahuan tentang gizi dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil di Kecamatan Jebres Surakarta, Hemoglobin.

Kusumah, U. W. (2009) Kadar haemoglobin ibu hamil trimester II-III dan faktorfaktor yang mempengaruhinya di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2009, Universitas Sumatera Utara.

Yuliandani, F. A., Dewi, R. K., dan Ratri, W. K. 2017. Pengaruh Pemberian Konsumsi Ubi Jalar Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Ibu Hamil trimester III. Jurnal Riset Kesehatan, 6(2), hlm. 28–34.

Prawita A, Susanti AI, Sari P. Survei Intervensi Ibu Hamil Kurang Energi Kronik (Kek) Di Kecamatan Jatinangor Tahun 2015. J Sist Kesehat. 2017;2(4):186–91.

Kemenkes RI. Buku Saku Pemantauan Status Gizi. Buku Saku. 2017;1–150.

Hasanah D., Febrianti F, Minsarnawati M. Kebiasaan Makan Menjadi Salah satu Penyebab Kekurangan Energi Kronis (KEK) Pada Ibu Hamil di Poli Kebidanan RSI&A Lestari Cirendeu Tangerang Selatan. 2013; Available from:ttp//ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/kespro/article/view/3907.

Published

2026-01-22